DELI SERDANG – M24 Ribuan warga di Jalan Pertahanan Patumbak, Desa Patumbak II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, mengalami krisis air bersih yang parah. Kondisi ini dipicu oleh pemadaman listrik total yang telah berlangsung selama lebih dari 24 jam, sejak Jumat (22/5/2026) sekira pukul 18.00 WIB hingga Sabtu (23/5/2026) malam pukul 19.20 WIB.
Sementara wilayah Kota Medan dilaporkan sudah kembali normal sejak Sabtu siang pukul 13.00 WIB, wilayah Patumbak justru luput dari penanganan cepat dan terbiarkan gelap gulita selama dua hari dua malam.
Ketergantungan penuh warga terhadap pompa air elektrik (sanyo) membuat pemadaman ini berdampak langsung pada kebutuhan domestik paling mendasar. Berdasarkan pantauan di lapangan, warga terpaksa mengantre berjam-jam di sejumlah depot air minum isi ulang demi mendapatkan air untuk konsumsi.
Dampak dari krisis ini sangat masif, di mana warga kesulitan untuk memasak, minum, mandi, hingga menjalankan aktivitas sanitasi sehari-hari.
“Kami terpaksa ke sungai sejak listrik padam. Tapi yang membuat kami khawatir, aliran sungai di dekat pemukiman kami kondisinya bau limbah pabrik,” ujar Yono, salah seorang warga Patumbak II dengan nada kecewa.
Warga merasa dianaktirikan karena proses pemulihan jaringan listrik di wilayah pinggiran Deli Serdang ini terkesan lambat dibanding pusat kota. Mereka meminta pemerintah daerah dan pihak PT PLN (Persero) segera turun tangan dan tidak tutup mata melihat penderitaan warga yang mulai terancam kesehatannya akibat mengonsumsi air yang tidak higienis.
Hingga berita ini diturunkan pada Sabtu malam, belum ada tanda-tanda listrik akan kembali menyala di kawasan Desa Patumbak II, dan belum ada posko bantuan air bersih darurat yang didirikan oleh pemerintah setempat untuk meringankan beban warga.(ahmad)


Komentar