Travel
Beranda ยป Travel ยป Bubur Sop-Teh Chai Khas India Selatan ada di Medan

Bubur Sop-Teh Chai Khas India Selatan ada di Medan

TRAVEL-M24

Dikota Medan banyak sekali suku dan etnis, jadi tidak heran kalo kulinernya sangat beragam. nah, salah satunya makanan khas India Selatan yaitu bubur sop-teh chai yang masih di lestarikan hingga saat ini.

Makanan khas India Selatan ini merupakan warisan yang masih dijaga, khususnya saat bulan Ramadan. Menu makanan bubur sop ini dapat ditemukan di Masjid Jamik Kebun Bunga, Jalan Taruna dan Masjid Ghaudiyah di Jalan Zainul Arifin, Medan.

“Bubur sop ini sudah ada sejak tahun 1960 dan sampai sekarang” ucap Ketua Yayasan India Muslim Selatan Sumatera Utara, Muhammad Siddik Saleh, Sabtu, 28 Februari 2026

Ketua Yayasan India Mulsim Selatan Sumatra Utara Siddik mengatakan, selain bubur sop, ada juga menu makanan khas India Selatan lainnya seperti kari kambing, nasi briyani dan teh chai. Biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan menu makanan tersebut bisa mencapai jutaan rupiah setiap harinya.

“Kalau setiap hari dana dikeluarkan itu kisaran Rp 5-6 juta, tetapi kalau hari Minggu bisa sampai Rp 10 juta karena ada kari kambing dan nasi briyani. Untuk bahan-bahan seperti daging 30 kg, beras 40 kg, santan dan bumbu-bumbu dapur”

Begini Ending Kisah Oknum Polisi yang Kejar dan Todong Tukang Pangkas di Medan

Nasi Briyani Makanan Khusus Untuk Kalangan Raja (Imperial feast)

Dalam sejarah, dulunya nasi briyani merupakan makanan khusus kalangan raja dan istana. Namun seiring berjalannya waktu, petugas koki kerajaan menyebarluaskan nasi briyani keluar istana.

“Untuk nasi briyani itu makanan termewah di dunia dan dulu tidak boleh untuk khalayak ramai di India. Itu masakan khusus untuk raja. Tapi seiring berjalannya waktu, juru masak kerajaan menyebarkan luaskan dan sekarang dapat dinikmati masyarakat luas” ungkapnya.

Bubur Sop Dan Minuman Chai Yang di Sajikan Khususnya Selama Ramadan

Siddik mengatakan pada hari biasa menu yang dibuat biasanya yaitu bubur dan minuman teh chai khas India Selatan. beliau mengatakan cita rasa dari minuman yang disajikan tersebut berbeda dengan minuman pada umumnya.

“Jadwal hari yang biasa itu, bubur dengan chai. Chai itu minuman ciri khas India Selatan, rasanya perpaduan antara teh tarik dengan bandrek. Ada cita rasanya yang berbeda antara bandrek dengan chai (minuman Jamaah Tabligh)”

Siddik menceritakan sejarah minuman Chai. Dahulu jamaah Tabligh di India Nijamudin ketika akan membangunkan seseorang maka lebih dulu menyajikan minuman tersebut agar memberikan semangat sebelum menjalankan aktifitas.

Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri

“Mereka kalau mau membangunkan orang subuh mulanya enggak semangat, terus dibangunin langsung diberi minuman tersebut biar semangat” katanya.

Lokasi untuk memasak bubur sop maupun chai itu terpisah menjadi dua. ada di Masjid Jamik Kebun Bunga dan Masjid Ghaudiyah.

“Kita pisah karena ada dua masjid. Jadi harus ada satu-satu menu yang mereka pegang. Kalau chainya di Masjid Jamik dibuat, lalu untuk bubur sop dimasak di Masjid Ghaudiyah”

Beliau mengatakan soal rasa bubur sop yang disajikan. Menurutnya rasa bubur tersebut enak, bumbu-bumbunya khusus dan diolah dengan cara tradisional.

“Yang membuat bubur ini enak dan khas karena dari bumbu-bumbu, rempah-rempahnya yang benar-benar segar, betul-betul bagus. Bumbunya kita giling sendiri dan tidak diblender”

2 Mata Elang Terkapar Dihakimi Massa

Pria yang juga menjadi pengurus masjid itu menegaskan, mereka hingga saat ini masih menjaga dan mempertahankan tradisi serta cita rasa makanan maupun minuman yang disajikan.

“Kita tetap mempertahankan dia punya cita rasa tidak berbeda. Dari tahun ke tahun tetap rasanya sama. Rempah-rempahnya itu memang betul-betul yang mutu nomor satu sehingga rasanya enak”

Juru masak di Masjid Ghaudiyah, Salmah, mengatakan cara masak sop khas India Selatan yakni daging terlebih dahulu direbus bersama rempah-rempah hingga matang. Setelah itu, santan dimasukkan lalu disusul beras dan juga tomat.

“Setelah daging dan rempah-rempah matang, baru kita beri santan serta diaduk. Kemudian masukkan beras dan tomat, terus dimasak selama 6-7 jam”

Makanan dan minuman khas India Selatan ini terus disajikan selama bulan Ramadan. Serta dibagikan kepada warga setempat di Area Masjid Jamik dan Ghaudiyah Medan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan