DELI SERDANGย โ M24 Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila yang sakral ini, masyarakat justru diresahkan oleh aktivitas yang mencederai nilai-nilai luhur bangsa. Praktik d4du put4r dan t3mb4k 1k4n di Desa Rambai, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, dilaporkan masih tetap beroperasi bebas dan memicu keluhan mendalam dari kaum ibu-ibu.
Warga pun mempertanyakan ketegasan komitmen aparat penegak hukum setempat dalam menjaga ketertiban sosial, lantaran aktivitas tersebut terkesan kebal hukum dan diduga mendapat perlindungan dari oknum tertentu.
Dampak Sosial & Ancaman Aksi Massa
Keresahan para istri di Desa Rambai kini telah mencapai puncaknya. Menurut penuturan warga, Erwina Br Karo, sejak maraknya arena tersebut, para suami menjadi sering keluar rumah, jarang pulang, dan kerap menghabiskan nafkah keluarga di lokasi. Hal ini dinilai merusak ketahanan ekonomi dan keharmonisan rumah tangga warga.
Menyikapi hal tersebut, para ibu-ibu di desa setempat telah sepakat untuk mengambil sikap tegas. Mereka menegaskan, jika penindakan hukum dan penutupan total tidak segera dilakukan oleh pihak kepolisian, massa emak-emak siap turun langsung ke lokasi untuk menggelar aksi demo besar-besaran.
Sebelumnya, pihak Polsek STM Hilir sempat menyatakan bahwa mereka menolak memberikan izin operasional saat didatangi pihak penyelenggara. Namun, momen peringatan hari besar nasional ini dinilai warga sebagai waktu yang tepat bagi aparat untuk membuktikan komitmen nyata di lapangan dengan memberantas habis segala bentuk penyakit masyarakat.(ahmad)


Komentar