Hukum & Kriminal
Beranda ยป Hukum & Kriminal ยป Tragedi di Mandala: Kejar Jambret, Satu Orang Meninggal Dunia dan Keluarga Keluhkan Lambatnya Proses Hukum

Tragedi di Mandala: Kejar Jambret, Satu Orang Meninggal Dunia dan Keluarga Keluhkan Lambatnya Proses Hukum

MEDANย โ€“ M24 Aksi kriminalitas jalanan kembali memakan korban jiwa. Peristiwa nahas menimpa dua warga, Adam dan Ucok Nainggolan, yang menjadi korban penjambretan di Jalan Garuda, Perumnas Mandala, pada Jumat (1/5/2026) sore sekitar pukul 15.26 WIB.

Informasi yang diproleh Metro24 Medan, Senin (11/5/2026). Kejadian bermula saat kedua korban yang mengendarai Becak Bermotor (Betor) baru saja selesai mengantar barang elektronik bekas. Saat melintas di Jalan Garuda dekat gerbang Tol Perumnas Mandala, Adam menepi sejenak untuk menerima panggilan telepon.

Nahas, saat hendak memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, pelaku yang datang dari arah kanan langsung merampas ponsel tersebut. Tak tinggal diam, Adam dan Ucok berusaha mengejar pelaku. Namun, saat memasuki tikungan di Jalan Cendrawasih, Betor yang mereka kendarai hilang kendali hingga menghantam tiang dan tembok warung warga.

Benturan keras tersebut menyebabkan keduanya pingsan di lokasi kejadian. Ucok Nainggolan dan Adam segera dilarikan ke rumah sakit. Setelah sempat mendapatkan perawatan medis

Ucok Nainggolan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu pagi di rumah sakit. Sedangkan Adammengalami luka serius dan benturan keras, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSU Pirngadi Medan setelah sebelumnya sempat dirujuk dari RS lain.

Operasi Antik Toba 2026, Polresta Deli Serdang Ungkap 65 Kasus Narkotika dan Amankan 78 Tersangka

>> Keluarga Keluhkan Prosedur Kepolisian

Di tengah duka mendalam dan beban biaya rumah sakit serta pemakaman yang membengkak, pihak keluarga merasa kecewa dengan penanganan kasus di Polsek Medan Tembung.

Keluarga mengaku telah membuat laporan ke SPKT, namun merasa proses hukum berjalan di tempat. Pihak keluarga bahkan diminta oleh oknum petugas untuk mengumpulkan sendiri bukti rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Meski bukti sudah diserahkan, hingga kini belum ada perkembangan signifikan terkait pengejaran pelaku.

“Kami sudah berusaha kumpulkan bukti CCTV sesuai arahan, tapi sampai sekarang prosesnya belum berlanjut. Kami hanya ingin keadilan bagi saudara kami,” ujar salah satu kerabat korban.

Keluarga berharap pihak kepolisian, khususnya Polrestabes Medan, dapat memberikan atensi lebih terhadap kasus ini agar pelaku segera tertangkap dan kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah hukum Medan Tembung.(ahmad)

Momen Hari Lahir Pancasila: Dinilai Cederai Nilai Luhur, Aktivitas P3ruj4d14n di STM Hilir Bikin Emak-emak Resah hingga Ancam Demo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan